Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Manajemen Waktu agar Kamu Menjadi Lebih Produktif

Cara manajemen dan mengatur waktu dengan baik
Setiap orang di dunia ini mempunyai waktu yang sama, yaitu selama 24 jam dalam sehari. Tak terkecuali saya dan kamu, bisa menggunakan waktu tersebut untuk melakukan banyak hal. Bekerja, belajar, makan, tidur, dan lain-lain. Tapi pernah nggak sih kamu merasa bahwa 24 jam itu masih kurang? Nggak cukup buat melakukan hal-hal ini itu—yang membuat diri kita ini jadi merasa kewalahan membagi waktunya.

Ada keadaan di mana saya merasakan hal demikian, dan itu membuat saya berpikir, "Mengapa hal ini bisa terjadi?" Apa kamu juga merasakan hal yang demikian?

Jawabannya cukup simple: itu karena kita kurang me-manage waktu kita dengan baik. Kita perlu yang namanya mengatur waktu supaya kita dapat menjadi lebih produktif setiap harinya. Bagaimana caranya? Langsung saja kita simak, berikut di bawah ini cara manajemen waktu yang baik dan benar.

1. Buat to-do-list harian

Hal paling utama, yakni membuat to-do-list harian. Kamu bisa membuat daftar aktivitas apa saja yang ingin kamu lakukan dalam sehari. Bisa di saat malam hari sebelum kamu tidur, atau pada pagi harinya setelah kamu bangun tidur. Buatlah to-do-list seperti contoh simple di bawah ini:

cara membuat to-do-list harian
Gambar di atas merupakan contoh to-do-list harian yang baik dan benar. Terdapat waktu-waktu kapan harus melakukan ini dan kapan harus melakukan itu. Di sebelah kiri juga terdapat planning yang lebih jauh yaitu planning minggu ini. Di sebelah kanan pun terdapat motivasi untuk diri sendiri.

Oh ya, tentu saja nggak pakem harus ditulis di lembaran kertas, kamu bisa kok, nulis daftar to-do-list harian di HP kamu. Ada yang namanya aplikasi Evernote, bisa kamu download di Play Store, guys.

2. Urutkan skala prioritas

Sekarang yang perlu kamu lakukan adalah menentukan skala prioritas—aktivitas mana yang menurutmu paling penting buat kamu kerjakan terlebih dahulu?

Ada cara yang bisa kamu terapkan untuk mengurutkannya, yakni dengan membagi aktivitas ke dalam 4 kategori, seperti:
  • Penting dan mendesak: Masukkan ke dalam kategori ini apabila aktivitas itu membutuhkan perhatian dan tindakan segera—harus kamu kerjakan terlebih dahulu. Contohnya seperti tugas yang memiliki deadline dalam jangka waktu dekat.
  • Penting, tapi nggak mendesak: Masukkan ke kategori ini jika aktivitas itu nggak perlu buru-buru dikerjakan meskipun penting—karena masih bisa ditunda. Contohnya seperti target jangka panjang kamu.
  • Nggak penting, tapi mendesak: Masukkan ke kategori ini kalau aktivitas itu harus dikerjakan dengan segera walaupun tidak begitu penting. Jadi mau tidak mau harus kamu kerjakan. Contohnya seperti makan, mandi, (maaf) BAB, dan lain-lain.
  • Nggak penting dan nggak mendesak: Masukkan ke kategori ini bila aktivitas itu nggak akan berdampak sama sekali terhadap kehidupan kamu. Misalnya, chatting, bermain game, nongkrong, atau kesenangan-kesenangan lainnya.
Yang menjadi pertanyaan, mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu? Tentu saja yang; penting dan mendesak lah yang menjadi prioritas kamu, dan yang kedua; yang nggak penting tapi mendesak, ketiga; penting, tapi nggak mendesak, terakhir; barulah yang nggak penting dan nggak mendesak.

3. Tentukan batas waktu

Menentukan batas waktu kapan kamu harus menyelesaikan pekerjaan merupakan hal penting. Kamu harus membiasakan diri untuk memberikan tenggat waktu agar kamu bisa selalu tepat waktu mengerjakan tugas, dengan kata lain supaya nggak terbiasa molor (menunda-nunda).


Gimana caranya? Cukup mudah. Misal nih, kamu punya tugas A yang harus kamu kerjakan pada jam 7 sore, berikan batas waktu kapan kamu harus menyelesaikannya, mungkin 1 jam atau 2 jam. Jika kamu nggak bisa menyelesaikan tugas itu sesuai dengan batas waktu yang telah kamu tentukan sebelumnya, maka kamu harus memberikan punishment pada diri sendiri, seperti nggak boleh main game, nggak boleh chattingan sama gebetan, atau hukuman-hukuman lain.

Mengapa perlu memberikan hukuman pada diri sendiri? Supaya nantinya kita bisa mengevaluasi dan mengikuti aturan yang telah kita tetapkan, guys. Dengan kata lain agar kita dapat selalu menyelesaikan setiap pekerjaan tepat pada waktunya.

4. Bagi waktu kapan harus fokus dan kapan harus istirahat

Ini merupakan lanjutan dari poin nomor 3, yakni membagi waktu kamu antara kapan harus fokus dan kapan harus beristirahat. Ketika kamu mulai mengerjakan tugas, kamu harus konsentrasikan penuh pada hal itu saja. Nggak usah buka-buka HP buat cek notifikasi, atau melakukan hal-hal yang nggak semestinya buat kamu lakukan.


Dan hal ini juga berlaku apabila kamu lagi beristirahat. Ketika kamu sudah menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, kamu bisa ambil jeda untuk beristirahat sejenak merelaksasi otot-otot yang menegang karena sudah terlalu lelah mengerjakan tugas tadi. Ingat ya, saat beristirahat nggak perlu ngurusin bahkan sampai mikirin tugas yang tadi, istirahatkan saja dirimu.

5. Hindari multi-tasking

Ketika kamu akan mengerjakan tugas, sebaiknya jangan melakukan tugas lainnya juga dalam waktu yang bersamaan. Mengapa? Supaya fokus kamu nggak terbagi. Mungkin ada saja yang merasa bisa mengerjakan beberapa tugas secara sekaligus. Tapi taukah kamu kalau hal ini nggak baik dilakukan jika kamu ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, mendingan fokuskan satu tugas hanya dalam satu waktu saja ya!

6. Hindari distraksi yang mengganggu

Sebelum kamu harus berkonsentrasi penuh pada satu hal, kamu perlu menghindari yang namanya distraksi, karena hal ini dapat mengganggu fokus kamu nantinya. Apa saja sih distraksi yang bisa mengganggu? Contohnya HP, tempat tidur, sofa, atau yang lain yang sekiranya nyamanin. Jauhi kesemua benda-benda distraksi tersebut apabila kamu merasa terganggu—yang dapat mengakibatkan fokus kamu terpecah dan bahkan membuat kamu melakukan penundaan.

7. Belajar mengatakan "Tidak"

Sering kali kita merasa nggak enak-an sama orang kalau kita diajak nongkrong, dimintain bantuan, dan lain-lainnya—yang nggak lain dan nggak bukan membuat kita menjadi seorang Mr. Yes Man. Meskipun hal ini nggak salah, tapi coba lihat deh, hal inilah yang akhirnya membuat kita jadi kelabakan! Kita jadi kurang produktif karena kita seharusnya melakukan hal-hal yang sudah kita rencanakan sebelumnya, tapi kok malah melakukan hal-hal lain yang kurang penting?

Oleh karena itu, pentingnya belajar mengatakan "Tidak" pada siapa saja agar kita dapat mencegah terjadinya hal-hal yang seperti demikian—juga supaya kita dapat me-manage waktu kita sendiri dengan baik.

8. Jangan salah fokus

Fokus pada suatu hal itu boleh, tapi jangan sampai membuat fokus kita tertuju—hanya pada sesuatu—yang nggak terlalu membutuhkan perhatian besar. Lebih baik kurangi saja beban pekerjaan kamu, untuk tidak berfokus pada hal-hal kecil yang sepele, dan lebih memfokuskan perhatian dan atensi kamu hanya pada pekerjaan tertentu yang lebih penting dan harus dikerjakan dengan segera.

9. Selesaikan lebih awal

Meskipun kamu masih punya waktu buat melakukan suatu tugas, alangkah lebih baik selesaikan tugas tersebut lebih awal dari seharusnya. Mengapa? Agar kamu dapat mengerjakan tugas yang lainnya lagi dan juga supaya kamu dapat menyelesaikan semua tugas lebih cepat dari waktu yang semestinya. Tentu saja lebih cepat lebih baik bukan?

10. Lakukan sesuatu ketika kamu harus menunggu

Jadikan aktivitas menunggu menjadi aktivitas yang lebih produktif, yakni melakukan sesuatu yang menurutmu bisa dilakukan sembari menunggu. Kira-kira apa pekerjaan yang bisa kamu lakukan ketika sedang menunggu? Siapkan hal tersebut sebelumnya ya, supaya kamu nggak kepikiran kamu harus melakukan apa ketika menunggu. Misalnya saja, membaca artikel bermanfaat seperti ini.

11. Buat semua hal menjadi rapi dan terorganisir

Apa yang sekiranya bisa kamu rapikan dan membuatnya menjadi lebih terorganisir? Meja belajar? Ruangan kamar? Atau ruangan kerja? Mulailah untuk merapikan berbagai hal dari yang paling sepele sampai yang paling penting, agar kamu dapat me-manage sesuatunya menjadi lebih baik, sehingga kamu nggak susah payah mencari-cari sesuatu—bahkan sampai menghabiskan waktu—gara-gara lupa, nggak ditaruh sebagaimana mestinya.

12. Jangan terpatok pada daftar tugas, ada kalanya kamu harus menyesuaikan

Kita nggak bisa memaksakan kehendak untuk dapat melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, terkadang kita harus bisa menyesuaikannya dengan hal-hal lain secara dadakan. Ini hal wajar, dan tidak mengapa kalaupun kita harus sesuaikan hal tersebut dengan hal-hal yang lebih urgent. Yang penting kita harus siap dengan segala perubahan-perubahan dan menyiapkan Plan B, yaitu planning penggantinya.

Mulai sekarang juga

Manajemen waktu merupakan sebuah skill yang harus dimiliki siapa saja, karena hal ini berkaitan erat dengan produktivitas. Apabila kita dapat me-manage waktu dengan baik, tentu saja hidup kita jadi semakin lebih mudah, lebih teratur dan pastinya lebih produktif! Terapkan kesemua tips mengatur waktu di atas, mulailah sekarang juga dan secara perlahan, hingga kamu bisa berkomitmen untuk menjalankannya secara terus menerus ya! Sekian yang bisa saya bagikan, semoga dapat bermanfaat.

Post a Comment for "Cara Manajemen Waktu agar Kamu Menjadi Lebih Produktif"