Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Membuat Kalimat Pembuka Artikel yang Disukai Pembaca

Kendala yang paling sering dialami para penulis pemula saat mulai menulis artikel baru yaitu—merasa kesulitan harus membuat 'model' kalimat pembuka yang seperti apa, bagusnya. Apa kamu juga merasakan yang seperti ini?

Walaupun sepertinya membuat kalimat pembuka terlihat mudah, tapi nyatanya tidak semudah itu, ferguso.

Cerita sedikit.

Ketika sudah ngadep layar monitor dan terpampang secarik kertas yang siap buat dituliskan, tiba-tiba pikiran ini nge-blank dan nggak tau mau nulis apa, bingung.

Permasalahan ini kerap kali menimpa para blogger pemula seperti saya, pun nggak menutup kemungkinan para penulis profesional—saya yakin juga pernah turut merasakannya.

Padahal...

Kalimat pembuka merupakan ujung tombak sebuah artikel untuk mendapatkan atensi dari pembaca, apakah ia mau meneruskan membacanya sampai selesai atau tidak.

Itu semua kembali lagi ke kita.

Apakah kita bisa membuat si pembaca merasa penasaran sehingga tertarik buat lanjut membaca tulisan kita sampai akhir? Oleh karenanya, alangkah baiknya kita memperhatikan dan mencoba membuat kalimat pembuka yang baik dan benar.

Berikut ini tips cara membuat kalimat pembuka artikel yang baik dan benar, namun juga menarik sehingga lebih disukai sama pembaca. Yuk kita simak bersama-sama!

1. Lakukan riset kalimat pembuka dari artikel lain

Tips pertama yang bisa kamu lakukan yaitu mencari sumber inspirasi kalimat pembuka dari artikel-artikel lain yang topiknya sejenis dengan topik yang mau kamu tulis.

Dari sekian banyaknya artikel yang bertebaran di internet, carilah referensi kalimat pembuka yang menurutmu simple dan bisa kamu tiru, lalu coba kamu olah lagi kalimatnya menjadi kalimat pembuka yang sesuai dengan versimu sendiri.

Perlu digarisbawahi, dalam hal ini saya bukan bermaksud ingin mengajari nyontek lho ya. Tapi lebih menekankan supaya kamu dapat mengamati, meniru, dan memodifikasi alias menggunakan metode ATM di sini.

Jujur, saya sendiri sering melakukan metode ini untuk mengatasi kebuntuan saya dalam mulai menulis. Bahkan para penulis profesional pun kemungkinan juga sama melakukan hal demikian. Nah, kalau para penulis profesional saja juga menggunakan metode ini, kenapa kita enggak, ya kan?

2. Buat kalimat pembuka yang membuat pembaca penasaran

Tips kedua, buatlah awalan kalimat pembuka yang berisi pertanyaan, agar pembaca merasa penasaran. Misalnya kamu mau membahas topik tentang 'cara membuat kalimat pembuka artikel', kamu bisa menyelipkan kalimat pertanyaan yang interaktif kepada pembaca, kurang lebihnya seperti ini:
Kenapa susah sekali membuat kalimat pembuka artikel yang baik dan benar? dst.
Atau seperti ini:
Saat mau nulis artikel, pernahkah kamu merasa kesulitan membuat kalimat pembuka? dst.
Itu adalah contoh kasarnya saja, tentu kamu bisa kembangkan lagi menjadi lebih baik. Intinya, buatlah kalimat pembuka yang diawali dengan sebuah pertanyaan agar pembaca jadi lebih penasaran sama topik yang mau kamu bahas.

3. Buat kalimat pembuka mengenai fakta dari topik yang kamu bahas

Tips yang ketiga, kamu bisa mengangkat sebuah fakta dari topik yang kamu bahas. Misal kamu mau bahas tentang 'hal penting untuk menjadi penulis profesional'. Nah kamu bisa paparkan tentang fakta dari pembahasan tersebut.

Contohnya seperti ini:
Belakangan, menjadi penulis profesional banyak menarik minat generasi muda. Profesi sebagai seorang penulis dipandang sangat keren. dst.
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat pembuka yang merupakan fakta dan sudah terbukti. Pastikan saat membuat kalimat fakta, sebelumnya kamu sudah melakukan riset dari sebuah kebenaran dari fakta itu sendiri ya. Jadi jangan asal, nanti pembaca susah mau setuju sama fakta yang kamu paparkan.

4. Buat kalimat pembuka yang mensertakan pengalaman pembaca

Tips keempat, kamu bisa mulai mengawali pembahasan—dengan membuat si pembaca turut andil di situ, yang mana kita menyertakan pengalaman si pembaca. Ada berbagai macam kalimat yang bisa dipakai.

Misalnya seperti ini:
  • Apa kamu tau ...
  • Coba kamu rasakan ...
  • Gimana ya kalau ...
  • Apa jadinya ...
  • Kamu harus tau ...
Dengan awalan kalimat tersebut, kamu juga bisa menggabungkan tips kedua dan tips ketiga, yaitu menggunakan kalimat pertanyaan dan fakta dari topik yang mau kamu bahas. Sehingga kalau dijadikan sebuah kalimat pembuka, salah satunya jadi seperti ini:
Apa kamu tau kalau para penulis profesional juga terkadang masih mengalami kebuntuan dalam menulis? dst.

Gampang kan ? 

5. Buat kalimat pembuka mengenai latar belakang pembahasan

Tips kelima ini mungkin kedengarannya agak sulit, karena kamu harus menyampaikan latar belakang dari topik pembahasan yang mau kamu angkat. Padahal, sebenarnya nggak sesulit itu.

Tips ini sangat bisa kamu coba terapkan, apalagi kalau kamu sudah paham sama ide topiknya, sudah barang tentu kamu bisa menjelaskan latar belakang topik ini dengan mudah.

Ini metode untuk mempermudah kamu membuat kalimat pembuka mengenai latar belakang topik pembahasan:
  • Bagian pertama: Jelaskan tentang gambaran umum pembahasan.
  • Bagian kedua: Lanjutkan dengan data dan fakta pendukung.
  • Bagian terakhir: Fokuskan ke masalah dan berikan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
Sehingga kalau dibuat kalimat pembuka, akan menjadi seperti ini:
Bagian pertama: Nggak banyak yang tau kalau menulis merupakan kegiatan yang bisa dilakukan untuk melepas stres dan penat.
Bagian kedua: WHO sendiri saja menyebutkan kalau menulis dapat membantu menghilangkan stres.
Bagian ketiga: Menulis memang memberikan banyak manfaat tersendiri bagi manusia modern. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk kita agar mulai memiliki hobi baru, yaitu menulis.
Kurang lebih seperti itu, tentu kamu bisa membuat kalimat pembuka mengenai latar belakang topik yang jauh lebih baik dari ini, sesuai versimu sendiri.

6. Buat kalimat pembuka tentang definisi dari kata kunci topik

Tips terakhir yang bisa kamu pakai dalam membuat kalimat pembuka adalah dengan menjelaskan definisi-nya kata kunci topik. Cara ini lebih mudah dilakukan, sebab berkaitan langsung dengan topik, artinya langsung straight to-the point. Misalkan kata kunci topiknya tentang 'menulis', contohnya jadi seperti ini:
Menulis merupakan suatu kegiatan menyampaikan suatu ide atau gagasan baik itu tulisan huruf, angka, dst.
Gimana? Paham kan pastinya? 

Penutup

Sebenarnya masih ada lagi tips-tips lain yang bisa saya jabarkan, tapi nantinya kepanjangan. Namun ke-enam cara membuat kalimat pembuka artikel di atas sudah merupakan tips yang terbaik kok!

Sekarang gimana? Sudah dapat gambaran buat mulai membuat kalimat pembuka artikel yang baik dan benar—juga disukai sama pembaca kan?

Sebagai informasi tambahan, buatlah suatu karya tulisan yang original, otentik, dan mempunyai ciri khas dari dirimu sendiri. Sehingga tulisanmu jadi lebih unik dari tulisan-tulisan yang lain.

Meskipun tulisannya kurang bagus nggak masalah, yang penting nanti bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi. Jadi jangan putus asa ya! Tetaplah menulis dan semangat berkarya! Sekian, semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Cara Membuat Kalimat Pembuka Artikel yang Disukai Pembaca"